Mengenal Alat Penolong Persalinan Normal

Kompas.com - 29/01/2010, 07:43 WIB

KOMPAS.com — Karena berbagai hal, bisa saja terjadi hambatan dalam proses melahirkan sehingga diperlukan tindakan bantuan. Beberapa kondisi yang membuat proses kelahiran alamiah memerlukan bantuan antara lain lemahnya kontraksi dan ibu hamil tak kuat lagi mengejan.

Menghadapi keadaan seperti itu, penolong persalinan tentu akan melakukan tindakan bantuan. Salah satunya dengan memakai alat bantu persalinan yang dikenal dengan forsep serta vakum.

1. Forsep atau tang
Forsep berbentuk mirip tang. Alat ini menyerupai sepasang sendok dari logam yang saling dikaitkan di bagian tengah (mirip gunting). Bagian depan sendok yang dinamakan daun biasanya berlubang dan mempunyai lengkungan kepala (cephalic curve) yang sesuai dengan bentuk kepala janin serta lengkungan panggul (pelvic curve) yang sesuai dengan bentuk rongga panggul ibu melahirkan.

Alat ini tidak saja berfungsi untuk menarik kepala janin, tetapi juga digunakan untuk memutar kepala janin bila janin belum berada pada posisi yang tepat untuk dilahirkan. Pemakaian forsep, yang ditemukan dr Peter Chamberlain, sudah sangat populer di seluruh dunia.

Sebelum dokter memutuskan menggunakan bantuan forsep, harus ada alasan kuat yang mendukungnya, salah satunya adalah kontraksi yang datang tidak beraturan atau konstraksi yang terjadi sangat lemah. Faktor lain adalah bila calon ibu merasa kelelahan atau posisi kepala bayi tidak berputar dengan tepat.

2. Vakum
Kelebihan alat bantu ini adalah tidak menimbulkan tekanan pada kepala janin serta tidak menyita banyak tempat di dalam rongga panggul. Sama halnya dengan penggunaan forsep, alat vakum hanya digunakan pada waktu posisi janin sudah berada di dalam rongga panggul.

Alat bantu vakum berbentuk seperti corong dari metal yang akan ditempelkan di bagian belakang kepala. Corong ini akan disambung dengan pipa karet yang fungsinya mengisap udara. Secara bertahap, udara akan diisap sehingga corong menempel erat di kulit kepala bayi. Lalu, bayi akan ditarik perlahan-lahan bersamaan dengan datangnya kontraksi.

Indikasi digunakannya vakum sebenarnya sama dengan penggunaan forsep, hanya saja vakum digunakan bila pembukaan minimal 8 cm dan ibu masih kuat mengejan meski tidak dengan kekuatan penuh. Tindakan vakum tidak disarankan untuk persalinan bayi prematur.

Bayi yang lahir dengan tindakan vakum akan mengalami sedikit benjolan atau kelainan bentuk kepala yang disebut kaput atau sefalhematom. Bentuk ini tidak berbahaya dan akan hilang sendiri secara spontan dalam dua minggu.

Sumber: Buku Serba-Serbi Bayi Baru Lahir

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau